Cerita rakyat ini berasal dari Desa Telak, Pulau Bangka. Kisah ini bukan hanya tentang kecantikan seorang gadis, tetapi juga tentang kejujuran, adat, dan akibat dari pilihan yang salah. Melalui dialog dan narasi, cerita ini dihidupkan kembali sebagai warisan sastra lisan yang sarat kearifan lokal.
